Posted by: Cahya on: 1 March 2011
Hari itu, Minggu jam 22.30, saya jalan-jalan sambil membawa kamera 500D yang 2 minggu lalu baru saya beli. Dengan ditemani seorang sahabat, Pace pangilannya (tetangga saya di Jakarta) kamipun menuju daerah menteng, pilihan kami akhirnya berhenti di Taman Suaropati. Di sana banyak orang yang mayoritas muda-mudi sedang bermain di taman melepas penat, berlatih alat musik atau sekedar ngobrol bersama teman atau pasangannya. Suasanapun makin ramai ketika para pedagang lalu lalang menawarkan dagangannya seperti kopi, pop mie dan makanan ringan lainnya.
Dengan berbekal EOS 500D dan Sony Alpha (punya Pace) kami iseng mengambil gambar disekitar taman tersebut. Setelah beberapa kali mengamil objek lampu taman, tiba-tiba kamera saya keluar tulisan “Error 70, Shooting is not possible due to an error. Turn the camera off and on again”, sehingga untuk bisa memakai kamera kembali harus mematikan on/off -nya terlebih dahulu. Pop up yang keluar di layar saya ilustrasikan seperti gambar di bawah :
Ini bukanlah kejadian pertama kali buat saya. Sebelumnya, tepatnya setahun yang lalu saya mempunya EOS 1000D juga pernah keluar “Error 99″. Untuk kasus 1000D ini saya mencari tahu dan dari informasi yang saya dapatkan, error tersebut disebabkan karena kontak lensa dengan kamera yang kurang tepat.
Bagi saya yang awam dengan kamera dan troubles-nya sangatlah kebingungan dan ketakutan, jangan-jangan kamera saya rusak
. Tapi dengan mengeja terbata-bata tulisan yang ada di layar tersebut, saya mulai mematikan kamera kemudian menyalakannya kembali. Saya kira tidak akan terjadi apa-apa lagi setelah melakukan perintah yang tertera di pop up layar tadi. Ternyata berulang-ulang sampai beberapa kali. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pulang saja. Sedikit was-was dan kesal karena kejadian tadi, ditambah di tengah perjalanan tiba-tiba hujan turun mengguyur kami sampai tiba di depan warung tetangga.
Kami pun lantas masuk ke rumah masing-masing. Di kamar saya tidak lekas tidur karena terus kepikiran masalah kamera
.
Keesokan harinya saya mebuka memory dari kamera untuk mem-backup datanya terlebih dahulu lalu diformat. Namun yang terjadi adalah hal yang aneh buat saya. Meng-copy data 215MB saja sampai membutuhkan waktu 7-8 menit. Padahal biasanya data berukuran 400MB saja tidak sampai 1 menit. Saya memutuskan untuk memformat memori. Lagi-lagi saya kaget karena memory tidak bisa diformat, “Protected”. Ya Tuhan apa yang terjadi.
Saya terus mencari informasi tentang error yang terjadi. Dari informasi yang didapat dari situs www.canon.co.uk , sementara ini menyimpulkan error yang terjadi karena memory.
Sejak kejadian itu saya belum memakai kameranya lagi, takut kenapa-kenapa
. Mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa dengan kameraku dan besok bisa memakainya kembali.
16 March 2011 at 10:58 am
oh iyha, pernah ngalamin kaya gitu..
waktu itu nyoba kamera temen..
trus pas motret keluar gambar kaya gitu..
Trus kata temen yang masalah di memory card. jadi off-kan dulu,lepas lensa, buka memori, replace memory card, trus pasang lensa lagi, on-kan lagi.. begitcu..
tapi kalo kejadiannya sering dan kalau sedang motret yang penting repot juga yha
20 March 2011 at 10:48 am
Makasih tuh infonya, berarti ada kesamaan. Jadi ga terlalu khawatir dengan cam saya. Yang masih jadi masalah adalah memory card nya masih belum bisa diformat di komputer, copy data dari memory card sering error, sekalinya bisa malah lama sekali
. Ngomong2, itu namanya jadi seikit ‘unyu2′ atau apa lahahahah , ada “mut”-nya gitu,,,:D
22 March 2011 at 2:40 am
nah, ga ngerti deh kalo tentang mmc yang gak bisa diformat..
Udah dicek lock dan unlocknya ?
Setau Milta sih kalo mmc udah rusak dan gak bisa diformat, itu emang rusak, ikhlasin aja hehe..
Miltamut itu biar lebih twitter aja.. Milta Muthia itu keliatan terlalu sok sserius