Posted by: Cahya on: 24 February 2011
Bergerak, tak harus berlari. Bersuara , tak perlu berteriak. Perlahan tapi pasti menuju ke sana, ke dalam kedamaian. Seperti mentari yang merapat ke peraduannya, menitipkan cahaya kepada bulan yang tak pernah berbohong, memebelai bumi terhalang awan pekat tiada berkeluh kesah. Tak pernah lelah menyentuh insan dalam lelap hingga kembali terjaga. Segera berikan cahayamu bagi [...]
Posted by: Cahya on: 15 August 2010
Kukira akan merasa yang tak pernah terasa Tapi memang aku belum bisa merasa Dan perasaan ini tidak bisa merasakan Jika perasaan ingin bersama itu belum jua hadir Dimanakah perasaan itu bergulir… Diaulat hati ini oleh rasa jiwa yang mengapung Hati ini belum sanggup merasakan Rasa-rasa yang sedang bebas bertebaran, Enggan merasakan hadirnya perasaan itu…. Merengku [...]
Posted by: Cahya on: 12 August 2010
Biografi Kahlil Gibran Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam. Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik [...]
Posted by: Cahya on: 10 August 2010
source Oh diriku janganlah bersedih! tak ada gunanya meratap Lihatlah disana ‘bunga-bunga’ di taman, indah mempesona menebarkan wangi kebahagiaan dan warna warni kedamaian. Cobalah tengok ke sana! Jangan takut mawar berduri, jangan pedulikan kumbang menghalangi… Oh diriku janganlah bersedih! Masa laluku adalah kenangan Kehidupan yang sedang kualami adalah kenyataan Dan dunia didepanku nanti adalah impian [...]
Posted by: Cahya on: 23 May 2010
Jiwa ini jiwa yang retak menganga Jiwa yang menunggu air hujan dalam kering kerontang kemarau panjang Jiwa yang lusuh berpeluh debu-debu hitam Dari angin yang bertiup menghembuskan nafas kepalsuan Lalu kilauan menyamarkan warna-warni kebusukan Menambah gelap gulita dalam dada Jiwa ini jiwa yang penuh luka Jiwa yang tiada merengkuh ketenangan Jiwa yang penuh kesenangan kehinaan [...]
Posted by: Cahya on: 22 May 2010
Saat itu saya tulis ini ( beberapa bulan yang lalu) sebagai ungkapan rasa penyesalan seumur hidup. Penyesalan seorang anak yang belum pernah membahagiakan sang ibu. Penyesalan karena hidup berselimut nista. Semoga Allah selalu membukakan pintu maaf untuk sang pendosa ini. Semoga Allah menempatkan khususon Ibu di tempat yang paling indah “di sana”. Aku terlahir dari [...]
Posted by: Cahya on: 17 March 2010
Gelap… yang ada hanya hitam pekat tak terlihat meraba ..satu satu menjamah dinding-dinding tertatih ,terinjak duri dan kerikil tajam masih belum temukan cahaya masih belum temukan kepastian masih buta mata menatap kedepan masih tetap meraba dan meraba terbentur dinding kepiluan terluka kaki kaki bercecar darah putus asa….membendung dalam guratan jiwa…membengkak penuh nanah kebencian masih tetap [...]
Komentar Terakhir :