I’ll miss You Mother

Standard

Saat itu saya tulis ini ( beberapa bulan yang lalu) sebagai ungkapan rasa penyesalan seumur hidup. Penyesalan seorang anak yang belum pernah membahagiakan sang ibu. Penyesalan karena hidup berselimut nista. Semoga Allah selalu membukakan pintu maaf untuk sang pendosa ini. Semoga Allah menempatkan khususon Ibu di tempat yang paling indah “di sana”.

Aku terlahir dari rahim yang kokoh
Tapi kini aku merasa lemah
dan tak berdaya
Aku terlahir dalam kegelapan
Ingin kutemui cahya terang
Merangkulku dari kebatilan yang tlah terbiasa
Memberiku pengajaran berbakti pada Sang Khalik

Aku terlahir dari diri yang telah tiada
Dari raga yang bersatu dengan bumi
Dari ruh yang haus doa-doa putra shalih
Kan memberi kesaksian dalam mizan
Di peradilan-Nya yang hakiki

Aku memanggil waktu yang tertinggal
Semoga sisa umur ini tak lekas berkurang
Aku ingin bertaubat hingga nafas terlepas
Bersuci dari lumpur nista
Menutup mata rapat-rapat
Membungkam mulut kuat-kuat
Mengikat kaki dan tangan ini
agar senantiasa terkendali
Dari bujuk rayu sang durjana

Aku ingin kembali kepada-Nya
Astagfirullahal’azhim, Astagfirullahal’azhim, Astagfirullahal’azhim.
Allahummagfirli, dzunubi, waliwalidayya ,warhamhuma kama rabbayani shagira.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s