Monthly Archives: July 2010

Mengenal Tipe-tipe Istri (Bag.1)

Standard

Postingan ini merupakan tulis ulang dari buku karya Drs. M. Thalib Edisi Revisi (mohon izin menuliskannya lagi) yang saya dapat dari seorang teman sewaktu pertama kali merantau ke Jakarta. Sudah lama sekali saya tidak membacanya sehingga isinya juga banyak yang lupa :D, kemudian tulisannya juga sedikit saya rangkum.
Sesuai dengan yang tertera pada halaman Kata Pengantar, buku ini bertujuan membantu para suami atau calon suami untuk lebih dalam mengetahui karakter pasangannya masing-masing dengan cara menggali dan meneliti  sekaligus memberi petunjuk bagaimana cara meluruskan atau memperbaiki perangai kurang baik  pasangannya agar menjadi lebih baik bersumber dari Alqur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Lalu manfaat bagi para istri atau calon istri adalah sebagai tolok ukur untuk mengetahui apakah perangainya menyimpang atau tidak dari ketentuan Allah dan Rasulnya. Ada 11 tipe istri yang dibahas di dalam buku tersebut, termasuk didalamnya yang negatif dan yang positif.

1. Penyayang anak dan Suami

Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling baik yaitu wanita yang pandai mengendarai unta. Wanita Quraisyi yang terbaik yaitu  yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil, pandai memelihara (harta)  dan melayani suaminya,  serta pandai membelanjakan harta suaminya yang sedikit.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Read the rest of this entry

Saya, Dia dan “Tak Gendong Kemana-mana”

Standard

Ada beberapa teman saya yang bilang bahwa sedikit bercerita di blog tentang isi hati itu adalah kebiasaan cewek.
Terserahlah apa pendapat mereka, yang penting saya bercerita walaupun sebagian isinya ngarang :D,gak apa-apa kan (ga harus percaya kok). Daripada lama gak ngisi blog

Saya hanya bisa mengenang saat-saat itu. Saat dimana saya masih bisa mendengarkan suaranya yang ceria, senyum lebarnya yang manis melebihi madu (versi lebayy heu :D) dan candanya itu lho yang kadang gak tahan. Diajak bicara kemana aja hayo, yang pasti ada aturan mainnya. Dia gak suka mengeluh dengan berbagai sikap saya terhadapnya selagi tidak merugikan orang selain dia.

Sekarang saya sudah pasrah sepenuhnya. Mau terus maju udah gak yakin lagi, mau mundur sebenarnya ga mau ketinggalan langkah.
Kalangkabut jadinya huhhhh…

Read the rest of this entry

Lengah, Membeli Produk Yang Sudah Kadaluarsa!

Standard

Hari itu Selasa 29 Juli 2010 saya pulang dari Tangerang jenguk saudara yang sakit. Saya dibonceng saudara sepupu yang kebetulan ikut jenguk juga. Dijalan kami ngobrol sana-sini hingga tak terasa sudah sampai daerah Grogol. Setelah nyeberang rel kereta api saya meminta sepupu untuk minggirin motor di depan sebuah toko yang biasa saya beli sabun dan shampoo, tapi itu jg kalau saya tidak sempat ke Alfamart.

Singkat cerita saya membeli sabun cair kemasan botol kecil merk Biore karena saya merasa cocok dengan benda tersebut. Dengan harga Rp 6000 saja si Abang (panggilan saya untuk penjaga toko) memberikan sebotol sabun Biore Action cair dibungkul plastik hitam. Setelah kembalian uang Rp. 1000 saya terima (karena uang saya Rp 7000) saya pun bergegas pulang karena jam sudah menunjukkan jam 11.40, artinya waktu zhuhur sebentar lagi tiba.

Sesampainya ke kamar, bungkusan hitam tersebut saya taruh di atas meja komputer, sementara itu saya merebahkan badan sejenak sambil melepas rasa gerah.

Tiba saatnya membersihkan badan alias mandi karena azdan zhuhur sudah terdengar di sebelah kamar. Saya pun mengambil alat-alat pembersih badan tak ketinggalan Biore dibungkusan hitam yang baru dibeli. Baru saja saya pegang Biore body foam dan maksudnya mau saya masukan ke dalam kotak kecil tempat menyimapan alat-alat pembersih lainnya, tiba-tiba mata saya terbelalak tertuju pada kemasan Biore tersebut. Ternyata Barcode pada kemasan Biore tersebut sudah dicoret seperti memakai spidol hitam. Saya jadi curiga dan penasaran. Selanjutnya saya cek tanggal kadaluarsanya dan saya menemukannya di bagian bawah/buttom botol tersebut. Saya langsung kaget sekaget-kagetnya, ternyata tanggal yang tertera adalah 08022009, itu artinya Biore tersebut sudah melewati masa kadaluarsa 17 bulan yang lalu. Tanpa pikir panjang lagi saya taruh alat-alat pembersih kecuali Biore yang baru dibeli dan saya langsung pergi ke tempat beli Biore tersebut.

Sesampainya di toko tempat saya beli Biore, saya tidak langsung komplain, melainkan saya pura-pura mau membeli sabun cair Biore Action lagi. Si Abang yang jualan malah menawarkan kemasan isi ulang yang tidak sama sepsifikasinya. Otomatis saya menolak tawaran tersebut. Lalu si Abang menawarkan kemasan botol juga tapi bukan Biore Action melainkan Biore yang spesifikasinya untuk kulit wanita. Jelas saya tolak lagi.

Read the rest of this entry