Lengah, Membeli Produk Yang Sudah Kadaluarsa!

Standard

Hari itu Selasa 29 Juli 2010 saya pulang dari Tangerang jenguk saudara yang sakit. Saya dibonceng saudara sepupu yang kebetulan ikut jenguk juga. Dijalan kami ngobrol sana-sini hingga tak terasa sudah sampai daerah Grogol. Setelah nyeberang rel kereta api saya meminta sepupu untuk minggirin motor di depan sebuah toko yang biasa saya beli sabun dan shampoo, tapi itu jg kalau saya tidak sempat ke Alfamart.

Singkat cerita saya membeli sabun cair kemasan botol kecil merk Biore karena saya merasa cocok dengan benda tersebut. Dengan harga Rp 6000 saja si Abang (panggilan saya untuk penjaga toko) memberikan sebotol sabun Biore Action cair dibungkul plastik hitam. Setelah kembalian uang Rp. 1000 saya terima (karena uang saya Rp 7000) saya pun bergegas pulang karena jam sudah menunjukkan jam 11.40, artinya waktu zhuhur sebentar lagi tiba.

Sesampainya ke kamar, bungkusan hitam tersebut saya taruh di atas meja komputer, sementara itu saya merebahkan badan sejenak sambil melepas rasa gerah.

Tiba saatnya membersihkan badan alias mandi karena azdan zhuhur sudah terdengar di sebelah kamar. Saya pun mengambil alat-alat pembersih badan tak ketinggalan Biore dibungkusan hitam yang baru dibeli. Baru saja saya pegang Biore body foam dan maksudnya mau saya masukan ke dalam kotak kecil tempat menyimapan alat-alat pembersih lainnya, tiba-tiba mata saya terbelalak tertuju pada kemasan Biore tersebut. Ternyata Barcode pada kemasan Biore tersebut sudah dicoret seperti memakai spidol hitam. Saya jadi curiga dan penasaran. Selanjutnya saya cek tanggal kadaluarsanya dan saya menemukannya di bagian bawah/buttom botol tersebut. Saya langsung kaget sekaget-kagetnya, ternyata tanggal yang tertera adalah 08022009, itu artinya Biore tersebut sudah melewati masa kadaluarsa 17 bulan yang lalu. Tanpa pikir panjang lagi saya taruh alat-alat pembersih kecuali Biore yang baru dibeli dan saya langsung pergi ke tempat beli Biore tersebut.

Sesampainya di toko tempat saya beli Biore, saya tidak langsung komplain, melainkan saya pura-pura mau membeli sabun cair Biore Action lagi. Si Abang yang jualan malah menawarkan kemasan isi ulang yang tidak sama sepsifikasinya. Otomatis saya menolak tawaran tersebut. Lalu si Abang menawarkan kemasan botol juga tapi bukan Biore Action melainkan Biore yang spesifikasinya untuk kulit wanita. Jelas saya tolak lagi.

Kondisi seperti itu malah makin memancing emosi saya. Saya kembali menanyakan Biore Action kemasan botol warna biru putih ke si Abang. Akhirnya si Abang bilang stok barang sudah habis, yang tadi tinggal satu-satunya. Tanpa basa-basi saya mengeluarkan Biore yang tadi saya beli dan saya ngomong, “Bang, saya tadi beli barang ini tapi barcode-nya sudah dicoret dan tanggal expired-nya 08022009. Abang tahu maksudnya ngga bang?” Si Abang malah diam saja, dan dia berlaga mencari Biore Action di etalase, padahal dia sendiri sebelumnya sudah bilang bahwa stok barang sudah habis. Dari situlah saya keluarkan komplain saya :”Bang, saya ini sudah langganan ke toko ini dari tahun 2008, tapi dari dulu belum ada pernah komplain. Tapi kali ini yang jaga tokonya lain orang kok pelayanannya jadi agak berbeda. Saya juga sama tukang jualan bang, saya selalu perhatikan kenyamanan konsumen. Coba kalau biore tersebut sudah saya pakai, terus nimbulin efek dan jadi penyakit, pasti abang yang pertama kali saya tuntut. Gak semua pembeli itu bodoh dan gak ngerti bang. Barang yang saya beli harganya memang gak seberapa. Tapi kalau terjadi sama lebih dari 5 konsumen, trus nimbulin efek dan penyakit, apa ngga bahaya bang. Tolonglah bang untuk ke depannya jangan kayak gitu sama konsumen. Cari untung itu hak Abang, tapi menjaga nama baik toko juga adalah kewajiban. Sory bang saya agak bawel, tapi ini hak saya sebagai konsumen”. Itulah potongan dari omongan saya yang dilontarkan ke Si Abang penjual itu. Tanpa saya sadari ada sekitar 9 orang mengerumuni toko tersebut melihat saya sedang ngoceh-ngoceh. Di antara mereka ada satu dua orang yang nyeletuk, “Kena luh, makanya jangan maen-maen”. Si Abang diam dan tak membela diri. Dia cuma bilang “Barangnya ngga kecek sama saya”, sambil sekali lagi menawarkan Biore kemasan lain sama saya. Saya menggelengkan kepala dan minta uang saya kembali, lalu saya pun bergegas pulang.

Cerita ini murni pengalaman pribadi dan tak ada maksud menjelekkan& memojokkan seseorang termasuk si Abang tukang jualan. Saya hanya ingin berpesan kepada teman semua “Hati-hatilah” dalam keadaan apapun kalau kita mau membeli sesuatu.

*Saya idak meng-upload gambar Biore tersebut karena tidak sempat dan saya juga lupa mengambil gambarnya😀

3 responses »

  1. :
    sekitar seminggu yang lalu,
    ada juga pengalaman tentang ini..😀

    abis nonton TTATW kan ngobrol dulu sama vokalisnya,
    trus minta pick ke dia,
    milta tuker dengan coklat dari Singapura
    yang udah milta simpen di tas dari 8 bulanan yang lalu😀

    • Tapi kadaluarsanya masih lama kali tuh, makanya berani ngasih.
      Hati-hati lho sist, tar TTATW ogah foto bareng lagi heeee….Sekalinya mau, mimik mukanya lg nahan sakit karena keracunan cokelat kadaluarsa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s