Monthly Archives: February 2012

Perfect Numbers and Time to Say Good Bye

Standard


Rabu, tepatnya 15 Februari 2012 rencananya lari dari kesibukan sehari-hari.  Tapi bingung mau kemana kalau misalkan pergi refreshing, habisnya ga biasa jalan-jalan sih (kuper).  Kalau saja ada yang mengajak atau mau diajak menemani sepertinya asik juga :D. Pasalnya hari itu sekaligus mau menghabiskan waktu bersama 500D tersayang, karena 15 Februari besok  adalah hari terakhir memilikinya. Sedih memang barang kesayangan harus lewat ke tangan orang lain. Tapi sikon yang memaksa harus berbuat seperti itu. I apologize  my 500D. Tidak ada rencana sebelumnya untuk menjual 500D.  Bila sudah kepepet masalah keuangan ya jadinya seperti itu. Sebetulnya sudah ditawarkan beberapa waktu yang lalu kepada teman-teman, tapi jodohnya ternyata bulan ini. Tidak disadari,  1 tahun sudah memiliki 500D. 15 Februari 2011 adalah tanggal pembelian yang tertera pada bon transaksi dan segel. Yah…mau gimana lagi alurnya harus seperti itu.  Setahun yang lalu merasa sedih sekali, kesepian dan terlintas untuk membeli kamera yang akan selalu menemani. Saat itu bertepatan dengan tanggal keramat :p (jangan bertanya). Sudahlah,,,makin sedih jadinya. Semoga bisa membeli lagi kamera satu saat nanti. Berdoa, semoga ke depan semakin baik di segala hal. Bekerja lebih semangat, kesehatan jasmani & rohani/ akhlak & ibadah makin baik, makin banyak teman, mendapatkan satu teman special ehehe :D. Amiin

Aside

Entah kenapa suka tiba-tiba merasa sedih, mata berkaca-kaca kalau denger lantunan shalawat ini. Enam tahun yang lalu, tiap malam jum’at selalu melantunkan shalawat termasuk salah satunya “Ya Badrotim”. Bahkan hampir tiap sore bersama anak-anak remaja berlatih Shalawat di Masjid Albarokah. Senang sekali rasanya melihat semangat remaja saat itu, semakin menambah rasa betah di kampung halaman. Setelah enam tahun itu tak mendengar suara mereka lagi yang menggema di Masjid karena jarak Jakarta – Kuningan yang memisahkan. Semoga semangat mereka masih seperti dulu, semakin banyak remaja yang menggemakan shalawat atas Nabi.

Dulu sempat kesulitan mencari shalawat/langitan dalam format auido karena terbentur dana dan minimnya informasi. Tapi sekarang serba mudah dengan tekhnologi :),Alhamdulillah.

Saya rindu anak-anak kecil/remaja di kampung halaman sana. Semoga mereka selalu diberikan kemudahan menuntut ilmu serta dilimpahkan keberkahan.

“Ya Badrotim – ALBUM CAHAYA ROSUL 1 (MAYADA) “

Allahmumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad

“YA BADROTIM”