Monthly Archives: February 2011

Revolusi Diri? So what gitu loh…!

Standard

Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat -keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta (KG).

Banyak yang harus diselamatkan kemudian masih bisa dipertahankan bagi semua konteks kebangkitan. Tak dipungkiri segala kekeliruan/kekhilafan yang berlalu selalu berdampingan erat dengan diri yang goyah dan sedang berjalan mencari arah, tertipu suara-suara sumbang yang ikut memojokkan sehingga dengan mudah terperangkap lalu bisa tertarik/terdorong ke sisi yang berlainan bahkan sampai tersungkur ke lumpur hitam pekat. Peraduan yang sesungguhnya tidak pernah tersentuh sama sekali, selalu dikesampingkan dan diterlantarkan yang mengakibatkan tak satupun ada hasrat hijrah ke titik yang sebenarnya harus dijalani.  Kepongahan,  keegoan, kesemena-menaan diri telah menutup rapat-rapat pintu masuk bisikan pembawa cahaya dan bisikan kedamaian sesungguhnya. Seorang sahabat berakata. “Jangan lah terlalu dipikirkan apa yang terjadi kemarin, konversi semuanya menjadi energi positif. Melangkahlah lagi dengan kaki yang lebih kuat berbekal keyakinan/harapan akan perubahan yang lebih signifikan. Jangan terpaku/jalan ditempat dengan meratapi masa lalu yang lantas membuat diri makin terkulai tanpa semangat. Ini saatnya “Revolusi Diri” & “Kebangkitan Diri. Revolusi itu penting dan harus ada sekarang juga”. Terima kasih kawan

Advertisements

Change…!

Standard



Bergerak, tak harus berlari. Bersuara , tak perlu berteriak.  Perlahan tapi pasti menuju ke sana, ke dalam kedamaian. Seperti mentari yang merapat ke peraduannya, menitipkan cahaya kepada bulan yang tak pernah berbohong, memebelai bumi terhalang awan pekat tiada berkeluh kesah. Tak pernah lelah menyentuh insan dalam lelap hingga kembali terjaga. Segera berikan cahayamu bagi otakku yang gulita…

Merubah Sebagian Warna Foto dengan Photoshop (Pemula)

Standard

Bagi pemula seperti saya merubah sebagian warna foto adalah sulit. Kalau sebelumnya saya harus melakukan seleksi terlebih dahulu pada objek utama kemudian memainkan warna. Namun kali ini lebih sederhana.

Buka Foto/gambar yang mau diedit di Photoshop, dengan syarat fotonya bukan hitam putih.

Pilih menu Image – Adjustment – Hue/Saturation

Di bagian Edit pilih Yellow, lalu geser slider Saturation ke sebelah kiri sampai mentok dan nilainya -100 (Eittt,,,sabar , jangan klik OK dulu).

Kemudian kembali ke bagian Edit pilih Green (karena warna latar foto adalah hijau) , lalu geser slider Saturation ke sebelah kiri sampai mentok dan nilainya -100. Kalau kedua langkah ini sudah dilakukan, baru klik OK.

Hasil akhirnya eperti ini :

Demikianlah langkah sederhana merubah sebagian warna foto.

Februari yang Berbeda !

Standard

5 Februari 2011 mendapat kabar bahwa pamanku berangsur pulih.

9 Februari 2011 (siang) dipertemukan dengan sahabatku yang hebat, smart dan luarbiasa. Sejak 1997, ini kali pertamanya kami bertemu lagi.

9 – 10 Februari 2011 (malam) hanyut dalam kebersamaan dengan sahabat tercinta yang banyak memberikan ketenangan.

15 Febuari 2011 bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Saya bukan ummatnya yang baik, tp ingin sekali mendapatkan syafa’atnya kelak.
Semoga Shalawat dan Salam tercurah padamu Ya Rasulullah.

15 Februari 2011 (siang) saya mendapatkan ucapan selamat dari orang yang notabene pernah menyayangi tapi  tersakiti. 1 tahun lebih kami kehilangan kontak. Maaf lahir bathin ya :). Semoga Tuhan Memuliakannya.

15 Februari (sore) saya kehadiran teman baru yang akan selalu setia menemani dan siap mengabadikan momen bersama saya. Sekali-sekali menghadiahi diri sendiri. Temanku menangkap benda kecil. Ini adalah tangkapan pertama setelah dia keluar dari box, settingan manual semua. Hasil setelah di crop :

Inilah bagian untuk mengalihkan dan mengobati semuanya. Ada cinta bahagia, rindu menunggu, benci berlari, kesal melawan, sedih menghimpit, khawatir bersama getir tak bisa dilansir. Ada dia yang selalu menemani.

“Semoga kupingku siap mendengarkan yang baik-baik setelah dibersihkan dengan benda tersebut.”

______________________________________________________________________________________

Tak tahu apa yang akan terjadi esok hari setelah senyum lebar hari ini. Hari kemarin hujan, hari ini panas dan besok? Wallahu alam bishshowab…

 

Shalawat Tarhim

Standard

Semoga Shalawat dan Salam tercurah padamu

Duhai pemimpin para Pejuang

Yaa Rasulullah

Semoga Shalawat dan Salam tercurah padamu

Duhai penolong petunjuk Ilahi

Duhai makhluk Allah yang terbaik

Semoga Shalawat dan Salam tercurah padamu

Duhai penolong kebenaran

Ya rasulullah

Semoga Shalawat dan Salam tercurah padamu

Wahai Yang memperjalankanmu di malam hari

Dialah Yang Maha Melindungi

Semua penghuni langit shalat di belakangmu

Karena kemuliaanmu Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha

Disana Engkau mendengar suara “Salam Atasmu”

 

 

Kenapa namanya “Silentadmirer” ?

Standard

Tahukah anda kenapa nama Blog saya “SilentAdmirer” ? Karena memang saya mengagumi apa yang anda tulis, yang anda katakan dan yang anda gambarkan (saya rasa itu tidak berlebihan :D),  sementara anda sendiri mungkin tidak mengetahuinya.
Anda adalah sosok luar biasa di mata saya, sehingga sedikit banyaknya memberikan inspirasi untuk tetap belajar mengetahui sesuatu yang belum saya tahu.
Kenapa wordpress jadi pilihan blog saya sekarang? Ada seseorang pernah bertanya pada saya tentang wordpress dan bagaimana menghiasnya. Saya bingung karena jelas-jelas  saya adalah seorang yang Newbie & GapTek.  Tapi dengan modal pertanyaan tersebut, saya mencoba belajar mengetahui sesuatu yang baru. Terimakasih sudah bertanya dan memberikan bahan buat belajar. Kapan anda bertanya lagi pada saya supaya saya bisa terus belajar mencari, walaupun pertanyaan itu hanya sekedar untuk menguji saja  (Belajar kok nunggu ditanya) :D.